Pusat Pengabdian Masyarakat

Sebagai lembaga pendidikan tinggi kedinasan dilingkungan Kementerian Dalam Negeri, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tidak luput dari mengemban amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi. Posisi IPDN semakin strategis bila dilihat dari hasil didiknya, yaitu menyiapkan kader-kader Kepamongprajaan yang melaksanakan pemerintahan mulai dari pemerintahan terendah sampai ke pusat. Karena itu IPDN dituntut untuk berperan dalam pengabdian kepada masyarakat, melalui program-program yang direncanakan dan dilaksanakan guna menyelaraskan konsep-konsep pendidikan Kepamongprajaan pendidikan kedinasan dengan praktek-praktek pemerintahan, kemasyarakatan, pembangunan dan pelayanan di lapangan, sebagai bahan untuk mereview kebutuhan kurikulum pendidikan kepamongprajaan agar selalu up to date dengan dinamika masyarakat.

Sejalan dengan itu, Lembaga Pengabdian Masyarakat merupakan unsur pelaksana akademik IPDN, dipimpin oleh Kepala Lembaga yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab kepada Rektor melalui Pembantu Rektor Bidang  Akademik, mempunyai tugas dan tanggung jawab sesuai dengan Peraturan Rektor IPDN Nomor : 9 Tahun 2019 tentang Uraian Tugas dan Tata Kerja Satuan Kerja di Lingkungan IPDN, yaitu melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat dalam rangka pemanfaatan, pendayagunaan, dan pengembangan ilmu pemerintahan bagi kepentingan pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat dengan melibatkan Dosen, Praja, Mahasiswa dan Tenaga Fungsional maupun tenaga kependidikan lainnya baik secara perorangan maupun kelompok yang dikoordinir oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan untuk memberikan kontribusi penyelenggaraan pemerintahan daerah, pembangunan daerah, pengembangan wilayah dan pemberdayaan masyarakat melalui kerjasama dengan institusi lain.

Lembaga Pengabdian Masyarakat yang ada dibawah Institut Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri, mempunyai Tugas Pokok dan Fungsi memfasilitasi seluruh Tenaga Fungsional/Tenaga Pengajar dalam berinteraksi dan berkomunikasi secara kreative dan inovative dengan Masyarakat, sebagai implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi di Indonesia. Kegiatan ditengah-tengah masyarakat sangat berbeda jika dibandingkan dengan ketika berada di dalam kelas, karena pada saat mereka berinteraksi dengan masyarakat, kondisi komunikasi lebih banyak mengakomodir berbagai bentuk permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat yang berlanjut dengan diskusi dan usaha mencapai solusi dengan berbagai pendekatan ilmiah. Diskusi selalu berkembang sesuai dengan seluruh permasalahan yang timbul pada saat berinteraksi dengan masyarakat, sehingga timbul rasa saling mengisi (shering) yang mana masyarakat tidak merasa digurui, malah sebaliknya keberadaan kegiatan LPM di Masyarakat merupakan kemitraan yang bekerjasama dalam rangka mencapai solusi dan Inovasi yang baik, ini menjadi bahan yang sangat berharga bagi para Dosen sebagai materi laporan yang diwajibkan setelah melaksanakan kegiatan untuk dijadikan rekomendasi yang ditujukan kepada Bupati/Walikota, Gubenur dan pemerintah daerah lainnya.

You need to add a widget, row, or prebuilt layout before you’ll see anything here. 🙂